Arab Trip: Sluuurp.. Minum Susu Unta di Mekkah!

5 Jun

Akhir bulan Mei ini saya dapat kesempatan untuk mengunjungi & beribadah langsung di tempat yang bersejarah bagi agama Islam, Madinah & Mekkah. Nggak nyangka bisa kesini karena saya pernah bilang kalau “Nggak mau ke Arab dulu sebelum ke Eropa”, tapi mama bilang “Kamu pasti akan ke Arab dulu sebelum ke Eropa”, OK.. Doa Ibu sungguh manjur! (Jadi, semoga abis ini saya bisa ke Eropa). Perjalanan kesana ditempuh dalam waktu 10 jam, jadilah saya udah siapin cemilan buat di pesawat selama perjalanan (soalnya makanan pesawat kan ya gitu deh, cenderung  plain :D)

Anyway, di post ini saya akan cerita soal pengalaman ketika belanja dan berkuliner. First, Madinah. Di sini suasananya lebih “tenang”, pedagangnya juga lebih ramah dan kalau ditawar masih nggak terlalu jutek. Oh iya, rata2 pedagang toko souvenir di sekitar hotel yang ditinggali oleh jemaah Indonesia pasti bisa (at least sedikit) Bahasa Indonesia. Jadi, kalau ibu atau kakak saya nawar sih nggak perlu pakai Bahasa Arab atau Inggris (jadi jemaah kita banyaknya dahsyat sampe bikin pedagang di sana mau belajar). Sedangkan di Mekkah suasananya lebih sibuk orang ke masjid karena saya tinggal di hotel yg jaraknya cuma sekitar 75m dari gerbang Masjidil Haram.  Di Mekkah, suasananya lebih panas (pernah satu hari sampai 50 derajat celcius!), pedagangnya juga ada yg jutek2 kalau nggak jadi dibeli, jadi keep calm aja.. :)

Sampai deh kita cerita soal kuliner, karena hotel udah menyediakan fasilitas buffet semaunya 3 kali sehari, jadi kesempatan buat cari2 kuliner juga agak terbatas. Soalnya perut udah kenyang dan gratisan, jadi ngapain beli makanan yg lain?. Yang seru di perjalanan kali ini adalah di hari ke 6 saat perjalanan Mekkah – Jeddah, salah satu rombongan ada yang ngusulin untuk mampir sebentar ke peternakan Unta, Wah ide seru nih.. :)), Akhirnya perjalanan yang udah direncanakan pun agak “berbelok” sebentar ke Peternakan Unta!

Begitu turun dari bus, suasanyanya cuma 2: Panas dan bau. Panas karena suhu pada saat itu kira2 48 derajat celcius dan bau karena peternakananya cuma padang pasir luas, diberi pagar dan banyak kotoran unta bertebaran (hati2 nih kalau jalan, jinjit aja.. hehe). Sang peternak Unta langsung sigap mengambil bejana berukuran sedang yang cukup untuk menampung sekitar 5 liter susu unta dan masuk kandang, memerah!

Awalnya saya malas minum karena jijik, biar lihat teman2 jamaah lain aja minum susu unta, tapi pikir2 sayang juga kalau melewatkan kesempatan ini. Ok deh, satu! Susu murni unta ini disajikan di sebuah bejana kecil (atau kobokan), harganya 5 real (sekitar Rp. 12.500). Rasanya? Sama aja seperti susu sapi, plain tapi bikin segar karena cuaca panas banget. Kalau dibandingkan dengan susu kambing, susu unta ini lebih enak, nggak pake bau. Selesai minum susu unta, kunjungan ke peternakan Unta ini saya habiskan buat foto2. This Arab trip was quite interesting, really wanna visit there again!

“Keliling Asia” lewat Mama San Bali!

29 Apr

Setelah malamnya puas menyantap appetizer sampai dessert di Sarong, wisata kuliner di Bali berlanjut dengan lunch di sebuah resto yang baru beberapa bulan ini beroperasi, Mama San! Berlokasi di daerah Banjar Taman – Bali, kabarnya restoran ini lagi jadi tujuan utama kuliner di Bali bagi para turis lokal maupun asing, termasuk Tyra Banks! (Yes, menurut Chef Will Meyrick, Tyra Banks senang ke Mama San).

Lukisan besar Mama San langsung bisa dilihat ketika pertama masuk restoran dua lantai ini. Lantai bawah diisi oleh meja2 yang cocok digunakan untuk lunch, sedangkan di lantai atas sangat nyaman untuk ngobrol dan menikmati cocktail ataupun beer. Interior Mama San emang bisa membuat kita betah berlama-lama duduk dan bersantai. Ok, tiba saatnya untuk memesan makanan, ada berbagai macam menu di restoran ini mulai dari Singaporean hingga Vietnamese Food, katanya sih cita rasa Asia nya luar biasa di Mama San ini.

Awalnya saya ingin memesan Lamb, sayang ternyata menu tersebut hanya disajikan pada saat dinner. Well, akhirnya pilihan saya jatuhkan pada Hainanese duck rice with yellow bean dressing cucumber pickle ginger & chicken soup (100ribu). Ada dua hal yang membuat beda dari Nasi Hainan Bebek ini, pertama penyajiannya yang menggunakan rantang sangat menarik dan membuat pengunjung penasaran dengan isinya (Kebanyakan pengunjung merupakan ekspatriat, jadi penyajian secara tradisional bisa menambah selera makan), kedua nasi hainannya berbeda! Nasi Hainan di Mama San Bali berbentuk sedikit lebih panjang dan tipis dari nasi biasa (mirip seperti bihun yang dipotong2), teksturnya lembut dan  pas ketika dimakan dengan bebeknya, foodgasm!

Setelah puas dengan main course yang superlezat, sambil bersantai saya memesan dessert Crème brulle with Vietnamese coffee afoggato (50ribu). Apa istimewanya dibandingkan dengan Crème brulle pada umumnya? Yup! Penyajiannya yang dipadukan dengan kopi ala Vietnam yang menggunakan saringan dan sudah ada es krim di bawah gelas menunggu. Lezatnya luar biasa!

Selain makanan yang saya cobain di atas, Mama San punya banyak menu yang rasanya pengen saya pesan semua makanan & tentunya cocktailnya. Kalau lagi liburan di Bali dan mencari party yang lagi hype, cocok juga ke sini di Jumat malam, dan setiap bulannya ada Kitchen Session yang mengundang DJ ternama. A must visit!

Mama San. Jl. Raya Kerobokan No. 135, Banjar Taman, Bali

www.mamasanbali.com

A Nice Dining Experience in Sarong – Bali

28 Apr

Many things happened lately, termasuk ketika akhir April kemarin saya sempat pergi ke Bali untuk meeting dengan klien (akhirnya jalan-jalan sambil kerja juga), di sela-sela itu sempat juga mencicipi 2 restoran yang bisa dibilang sangat terkenal di Bali, salah satunya Sarong!

Restoran berkonsep fine dining yang terkenal dengan masakan Asia hasil racikan Chef Will Meyrick ini benar2 menyuguhkan suasana yang sangat pas untuk makan malam bersama keluarga atau pasangan lewat interior dan ambiencenya. Untuk appetizer, saya pesan 2 Chicken betel leaf with flat leaf coriander lime leaf roasted chili capsicum relish (25ribu per pcs) dan 3 Grilled scallop with sweet crispy duck Thai basil young coconut & peanut nam jihm (35ribu per pcs). Rasa Chicken Betel Leaf nya unik sekaligus bikin ketagihan, dan yang juara tentu saja Grilled Scallopnya! Empuknya pas, ditambah dengan irisan thai basil dan crispy duck di atasnya yang membuat rasanya jadi sempurna!

Untuk main course, saya memilih untuk memesan makanan ala Indonesia. Pilihan jatuh ke Lamb shank twice cooked in western Sumatran spices with sambal dabu-dabu (162ribu). Daging lambnya tebal dan benar2 empuk karena dimasak dua kali dan yang spesial pastinya sambal dabu2nya yang justru nggak begitu pedas (katanya sih disesuaikan dengan request tamu yang memang kebanyakan ekspatriat), but you can ask if you wanna have it spicier though.. Lamb shank ini benar2 recommended disantap pakai nasi panas, enaknya juara!

Nggak cuma itu aja, sebagai pelengkap dinner ini, saya pesan dessert yang spesial: Jackfruit & pineapple crumble with cashewnuts ice cream (55ribu). Nangka & Nanas yang direbus di air gula (kayanya cara masaknya begitu, hehe..) dengan potongan kacang dan gula di atasnya plus es krim dengan potongan kacang mede. It’s superyummy!

I can say it was the most delicious dinner i’ve ever had in life. A must visit restaurant in Bali (even Paris Hilton and Mr. Big from Sex and The City love to go there), kalau ada kesempatan ke Bali lagi, wajib banget ke sini. Buat yang mau mencicipi lezatnya makanan di Sarong, disarankan buat reservasi beberapa minggu sebelumnya kalau mau dapat table.

Sarong. Jl. Petitenget No. 19X, Kerobokan Bali, 80361

www.sarongbali.com

Bakakak Hayam Wayang, recommended food in Bogor!

8 Jan

Harusnya blog ini diupdate sesering mungkin, karena sebenarnya emang cukup banyak makanan enak yang saya cobain di berbagai tempat. Tapi apa daya, kadang lupa difoto atau males nulisnya (yang kedua alasan yg paling sering :-p), jadi deh baru sekarang sempat ngupdate blog lagi setelah berbulan-bulan didiamkan begitu aja. Well, this time am gonna start to review again!

Kali ini saya pengen review makanan yang sudah jadi makanan favorit saya dari kecil: Bakakak Hayam! OK, jadi ceritanya saya, @hesnuaril & @evanki sama-sama jomblo.. Eh, maksudnya sama-sama pergi ke Bogor untuk mengisi libur tahun baru kemarin, dari Jakarta kita sudah berniat untuk keliling Bogor mencari makan2 enak!

Perjalanan cukup satu jam dari stasiun Sudirman menuju Bogor naik kereta (ya iyalah.. kalau naik bus masa nunggunya di stasiun), tujuan pertama dan utama saat itu mengunjungi tempat makan yang menurut cerita teman2 saya ayamnya enak yaitu Bakakak Hayam Wayang! Bakakak Hayam ini emang suka diomongin sama teman2 saya karena yang punya pun teman saya sendiri @mega_sari.

Karena sudah super lapar ditambah lagi dengan udara Bogor yang dingin, kami langsung nggak menunggu lagi untuk memesan makan siang. Kita pesan 3 jenis bakakak hayam yang berbeda supaya bisa saling nyicipin. Ada yang khas dari restoran ini yaitu cara memasak ayamnya yang diasapi, bukan sepenuhnya dibakar. Nah, cara ini jadi membuat rasa ayam jadi lebih enak! Selain itu ayam di sini menggunakan ayam kampung asli yang nggak dikasih makan bahan kimia, jadi benar2 nggak seperti ayam pada umumnya, empuk dan enak!

Sebagai pelengkap bakakak hayam ini, saya tertarik untuk memesan perkedel oncom. Dilihat di menunya sih sangat menggoda, dan ternyata benar rasanya enak banget dan pas dimakan bersama nasi panas, ayam dan sambelnya. Oncomnya yang empuk dibalut tepung yg racikan bumbunya pas sampai rasanya pengen nyemilin terus walaupun nasi udah habis.

Bakakak Hayam Wayang  ini lokasinya di Agripark  yang jadi salah satu pusat kuliner di Bogor. Dari soal harga, kita nggak perlu khawatir karena dengan 20 ribuan aja kita udah bisa puas makanan yang nyunda ini. Restoran Bakakak Hayam Wayang ini juga cocok untuk disantap bareng keluarga sambil kumpul2 atau bikin acara arisan di sini. Kalau ke Bogor, sempetin ke sini yuk!

Bakakak Hayam Wayang. Komplek Agripark, Jl. Taman Kencana 3, Bogor.

Kwetiau Ala Penang Hometo Dapoer Penang!

3 Jul

Sudah hampir 10 bulan saya tidak mengupdate blog ini, ada aja alasannya: malas, atau sudah mau dipost tapi.. ragu, hehe.. Well, Kali ini saya mau cerita tentang tempat makan. Baru saja semalam saya janjian untuk menemani keponakan mengisi liburan sekolahnya dengan nonton Serdadu Kumbang di Lippo Karawaci, tapi karena telat sampai alhasil saya malah ditinggal masuk dan akhirnya memilih untuk gak ikutan nonton.

Sambil menunggu para keponakan ini menyelesaikan filmnya, saya muter2 untuk mencari makanan yang belum pernah dicicipi sekaligus juga yang tempatnya gak teralu ramai. Pilihan saya jatuh ke Hometo Dapoer Penang! Restoran ini terletak di sebelah MM Juice, memang tidak terlalu luas, tapi kalau dilihat2 menunya menggugah selera, yummy!

Baca-baca menu di sini ternyata harganya sangat bersahabat, makanan mulai dari harga 10 ribuan sampai maksimal cuma 22 ribu (sebelum pajak), minuman pun paling mahal cuma 10 ribu! Harga yang sangat oke dong buat menu makanan di mall! Saatnya memesan, kali ini pilihan jatuh ke Angsio Kaki Ayam (Dim Sum Ceker) sebagai appetizer dan Kwetiau Udang Ala Penang!

Sebagai appetizer, Angsio Kaki Ayamnya cukup besar dengan isinya 4 buah dan harga cuma 12ribu. Untuk harga segini, Angsio Kaki Ayam ini worth it. Rasanya enak, bumbunya meresap dan empuk! Melahap menu appetizer selesai, saatnya pindah ke menu utama kita, Kwetiau!

Kwetiau Udang Ala Penang, dari namanya aja terasa kalo makanan ini kayaknya enak dan sarat bumbu. Benar aja, pas pertama kali masuk mulut rasa rempah dan pedesnya enak! Kwetiau Penang ini emang bukan kwetiau manis ala Chinese Food, rasanya asin-pedas, tapi tetep.. Enak banget! Udangnya pun gendut-gendut, jadi pas dikunyah berasa banget gurihnya! Harganya cuma 22 ribu, enak di perut, enak di kantong juga!

Beneran nggak menyesal makan di tempat ini, rasanya sesuai ekspektasi dan masih masuk budget,hehe.. Boleh dicoba nih buat teman-teman yang tinggal di sekitar Tangerang karena selain di Karawaci, tempatnya buka juga di Summarecon Mall Serpong. Kira-kira kapan buka di Jakarta ya?

Bubur Fay, Sarapan Wajib di Jatinangor!

15 Oct

Sudah hampir satu tahun saya lulus dan meninggalkan nikmatnya kehidupan di Jatinangor. Ya, hidup di Jatinangor memang nikmat. Gak perlu terjebak macet, gak kebanjiran dan banyak makanan enak! Salah satu makanan yang paling enak dan saya selalu rindukan dari Jatinangor adalah Bubur Fay.

Sampai saat ini walaupun sudah tinggal di Jakarta saya masih menyempatkan diri untuk sesekali berkunjung ke Jatinangor dan menyantap bubur Fay. Sebenarnya merek asli Bubur Fay adalah “Bubur Ayam Spesial Parantina”, tetapi karena dari dulu bubur ini mangkal di depan Supermarket Fay jadilah si bubur ikut tenar dengan label “Fay”. Sekarang bubur fay sendiri udah pindah ke sebrang jalan Supermarket Fay, jadi ya memang masih deket juga sama Supermarket Fay.

Ada beberapa hal yang saya suka dari bubur ini, pertama rasa buburnya yang gurih, enak banget! walaupun beberapa teman mengeluhkan bubur ini agak cair (seperti bubur Cina), tapi kalau dimakan pake irisan ayam, cakue, bawang goreng dan irisan seledri, Bubur ini nikmat banget! Kita juga bisa pesan bubur spesialnya yang ditambahkan Ati Ampela dan Telor Rebus, tapi kedua topping ini seringnya sudah habis diatas jam 7 pagi, jadi datang lebih pagi kalau mau bubur spesial. Satu lagi yang istimewa dari bubur fay, sambelnya yang berupa bubuk cabe menjadi ciri khas dari bubur Fay. Tapi hati-hati apabila ingin makan sambelnya, cukup taburkan sedikit dulu, karena pedasnya agak ekstra.

Bubur favorit saya ini buka setiap hari mulai jam 5:30 pagi. Letaknya ada di sebrang Supermarket Fay di dekat Gerbang Lama Universitas Padjadjaran. Jadi, apabila ingin mengunjungi Jatinangor atau tidak sengaja melintas wilayah ini di pagi hari, jangan bingung lagi mau cari makan apa, Ayo sarapan Bubur Fay!

Ground Beef Steak Recipe

13 Feb

Saya memang sudah berniat membuat blog sejak lama, bukan ide original memang membuat blog berisi hasil wisata kuliner dan hasil eksperimen di dapur. Mungkin saya memang pengekor, tapi nggak salah dong? Ibu saya memang suka sekali memasak, mungkin  hal ini menurun pada saya, atau mungkin saya saja yang suka menyambung-nyambungkan hobi mama memasak dengan saya yang pengen coba-coba masak, hehehe…

Malam Tahun Baru kemarin, saya memilih untuk di rumah. Bukannya saya terlalu rumahan, tapi memang keberadaan teman-teman yang sudah menyebar sehingga tidak membuat acara tahun baruan bersama seperti yang sudah-sudah. Jadwal malam tahun baruan kemarin hanya makan malam saja, dan itulah akhirnya yang membuat saya ingin coba-coba masak untuk keponakan-keponakan. Saya mau membuat makanan spesial untuk mereka. Saya berpikir mau masak apa yang anak-anak suka, tapi bahannya juga gak terlalu mahal…

Akhirnya saya memutuskan untuk masak Steak. Tenang… steak yang ini gak mahal kok harganya, karena dibuat dari ground beef atau daging giling, jadi bahan dasarnya pun tidak terlalu mahal. Berikut resep Ground Beef Steak hasil eksperimen kecil-kecilan saya:

Bahan-bahan:

  • 250 gram Daging Giling (Ground Beef)
  • Barbeque Sauce (Sesuai Selera)
  • Garam (Secukupnya)
  • Lada Hitam (Secukupnya)
  • Kentang Goreng Kemasan (100 gr)
  • Butter (Secukupnya)
  • Wortel (Potong Sesuai Selera)
  • Brokoli (Potong Sesuai Selera), Dapat ditambahkan sayuran lain seperti Jagung/Kacang polong bila suka.

Cara Membuat:

  • Pertama, campur daging giling dengan garam dan lada hitam secukupnya, lalu bentuk menyerupai isian hamburger (bulat pipih, ketebalannya sesuai selera). Lalu panggang diatas alat panggangan, bila tidak ada dapat juga menggunakan wajan teflon yang dilumuri sedikit minyak agar tidak lengket.
  • Sambil memanggang, rebus potongan wortel dan brokoli, jangan sampai terlalu empuk agar vitaminnya tidak hilang, angkat, tiriskan, lalu lumuri dengan butter secukupnya.
  • Goreng kentang goreng kemasan hingga berwarna kuning kecokelatan, atau sesuai selera. Angkat, lalu taburi garam secukupnya.
  • Kembali ke daging yang sedang dipanggang, balik daging yang sudah kecokelatan lalu lumuri dengan saus BBQ secukupnya di kedua sisi, setelah dirasa cukup matang, angkat dan sajikan dengan kentang goreng, sayuran dan beri saus BBQ lagi sesuai selera.

Resep ini sangat mudah untuk dicoba dimanapun, bahkan saya suka memasak ini ketika masih di kost-an. Rasanya pun enak, terbukti tidak hanya keponakan saya yang suka, seluruh keluarga sampai suka minta dimasakin lagi steak ini. Padahal, simple banget kan cara membuatnya? silahkan dicoba….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.